RECOFTC Indonesia
News

Lokakarya Riset Aksi Partisipatoris dan Pembangunan Desa di Ketapang, Kalimantan Barat

Pembelajaran dan pengalaman Riset Aksi Partisipatoris yang telah sukses diterapkan di dua desa di Kabupaten Ketapang, dilakukan dalam sebuah lokakarya yang dihadiri 49 peserta perwakilan pemangku kepentingan di Ketapang, Kalimantan Barat.

Pada tanggal 18 Oktober 2018, The Center for People and Forest (RECOFTC) bekerjasama dengan Tropenbos Indonesia dan didukung penuh oleh JICA, menyelenggarakan Lokakarya Riset Aksi Partisipatoris (Participatory Action Research atau PAR) dan Pembangunan Desa di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. 

Lokakarya ini dihadiri 49 peserta perwakilan para pemangku kepentingan baik dari pemerintah daerah kabupaten, kecamatan, desa, balai Taman Nasional Gunung Palung, masyarakat, pihak swasta, LSM. Lokakarya ini membahas tentang pembelajaran dari penerapan PAR di dua desa di Ketapang yaitu Sungai Putri dan Laman Satong, untuk pengembangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

Direktur RECOFTC Indonesia, Gamma Galudra dalam acara ini menyampaikan PAR sebagai suatu metode penelitian yang mengedapankan prinsip partisipasi dan aksi yang menekankan proses, dan hasilnya memiliki dampak pada komunitas. 

Menurut Direktur Tropenbos Indonesia, Edi Purwanto, penerapan PAR di Desa Laman Satong dan Sungai Putri terbilang sangat memuaskan. Di Desa Sungai Putri, peninjauan kembali RPJMDes dengan memasukkan usulan-usulan hasil riset aksi partisiparsi masyarakat, sedangkan di Desa Laman Satong PAR digunakan untuk mengidentifikasi potensi bisnis desa, terutama di bidang wisata alam dan kerajinan. 

Diharapkan metode PAR ini lebih lanjut dapat diadopsi oleh Pemerintah Daerah di semua tingkat agar partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan daerahnya terutama di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dapat lebih didorong agar lebih partisipatif dan inklusif, untuk mencapai kemakmuran bersama.