RECOFTC Indonesia
Cerita

Pentingnya Peran Kopi: Mendidik Pengusaha Lokaldi Sulawesi Selatan

04 March 2019
David Ganz
Bayangkan wangi aroma biji kopi yang menguap memenuhi ruangan. Aromanya juga mengandung wangi kayu manis dan kapulaga, kombinasi sempurna untuk kopi Arabika.
Perspectives
©RECOFTC Indonesia, 2018

Intensitas aroma ini telah menjadi bagian dari kehidupan Ramli sejak 1986, ketika ayahnya pertama kali menanam kopi di lahan miliknya di Bantaeng, Indonesia. “Hingga kini, keluarga kami yang tinggal di sekitar sini masih bertanam kopi,” ucap Ramli dalam video yang diproduksi oleh RECOFTC tentang Koperasi Akar Tani, sebagai fokus dari acara penggalangan dana Give2Asia mendatang.

Tapi mengapa kopi? M. Irzad Syafar, Ketua Koperasi Akar Tani langsung menjawab: “Karena kita semua dapat hidup berkat kopi.”

Kopi memiliki sejarah yang kaya di Indonesia. Disebut “Jawa” oleh banyak orang di Dunia Barat, penanaman kopi dimulai pada akhir 1600-an dan awal 1700-an, memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi negara. Julukan itu, bagaimanapun, secara tidak sengaja berasal dari nama sebuah pulau besar di kepulauan Indonesia: Jawa.

Ramil
Ramli menceritakan sejarah keluarganya pada tim RECOFTC Indonesia saat syuting video "Mendidik Pengusaha Setempat ". Foto: ©RECOFTC Indonesia, 2018 

Secara geografis dan klimatologis, Indonesia sangat cocok untuk perkebunan kopi karena berada di dekat khatulistiwa dengan daerah pegunungan pedalaman di pulau-pulau utamanya. Ini menciptakan iklim mikro yang cocok untuk pertumbuhan dan produksi kopi. Pada tahun 2017 saja, Indonesia memproduksi sekitar 660.000 metrik ton kopi pada tahun 2017. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 154.800 ton direncanakan untuk konsumsi domestik pada tahun anggaran 2013/2014. Secara umum, varietas kopi Arabika Indonesia memiliki keasaman rendah dan body yang kuat, yang membuatnya ideal untuk dicampur dengan kopi dengan keasaman lebih tinggi dari Amerika Tengah dan Afrika Timur. Kualitas-kualitas ini membuat kopi Indonesia sangat diminati. Baru-baru ini, baik Starbucks Anniversary Blend maupun Nestle (untuk menyebutkan beberapa merek internasional) telah menghadirkan kopi Indonesia untuk pasar domestik dan internasional dengan nama yang menarik untuk menarik konsumen.

Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba di Sulawesi Selatan adalah contoh lokal dari tren nasional yang lebih besar ini. Kopi memegang peranan penting dalam penghidupan petani Bantaeng dan Bulukumba. Kebun kopi dikelola dengan sistem agroforestri di dalam hutan dan kebun masyarakat. Untuk meningkatkan pendapatan, para petani berupaya meningkatkan kualitas produk kopi mereka sehingga mereka dapat mengakses pasar dengan harga yang lebih tinggi. Selain itu, petani lokal membentuk koperasi untuk melindungi diri dari pedagang predator. Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas petani, RECOFTC baru-baru ini mengadakan studi banding ke Koperasi Klasik Beans sehingga petani dari Bantaeng dan Bulukumba dapat memiliki kesempatan untuk belajar tentang pertanian kopi dan praktik bisnis yang baik untuk koperasi dengan harapan bisnis koperasi mereka dapat terus berkembang.

Dan kini, setelah tur tersebut, Akar Tani yang dibentuk pada 2016 pun menyusul.

coffee beans

Lebih penting lagi, area ini memberikan kesempatan unik untuk memperkuat kepemilikan tanah melalui kebijakan baru Pemerintah dan memberikan tanah “kembali ke masyarakat.” Kopi, apakah itu berasal dari kebun rumah atau sistem agroforestri, tergantung pada akses ke lahan, kemampuan untuk menghasilkan biji berkualitas dan menyimpan serta memprosesnya dengan benar. Dengan adanya informasi teknis, lahan menjadi keharusan. Sekarang dengan dukungan finansial Anda, kelompok masyarakat ini dapat mengajukan permohonan untuk lebih banyak lahan dan memanfaatkan pengetahuan yang dipelajari dari Klasik Beans.

Aroma kopi masuk dan keluar dari kehidupan sehari-hari bagi kita, tetapi bagi anggota Koperasi Akar Tani, kopi adalah kehidupan sehari-hari. Mari kita dukung Koperasi Akar Tani mempertahankan mata pencahariannya dengan mengunjungi halaman Give2Asia dan memberikan sumbangan kecil demi keberlanjutan petani kopi.